Periode 1976 - 1978 khasanah musik dunia bergemuruh oleh suara-suara dari grup-grup musik yang kelak dikenal dengan heavy metal. Dalam rentang waktu itu pecinta rock tergila-gila dengan musik-musik cadas dan buas dari Blue Oyster Cult, Kiss, AC/DC, Rush, dan Aerosmith yang direncanakan bakal menggetarkan Jakarta 11 Mei 2013.
Kekhasan dari grup-grup musik ini mereka secara umum menampilkan watak-watak kasar, gahar, teatrikal, dan brutal dari genre musik yang kita kenal dengan rock. Kekhasan musikal ini menyebabkan heavy-metal terkadang sulit dibedakan dari semangat anti-hero yang diperagakan punk.
Silsilah
Blue Oyster Cult (BOC) dengan album-albumnya seperti Blue Oyster Cult (1972), disusul Tyranny and Mutation (1973), kemudian Secret Treaties (1974), dan Agents of Fortune (1976) dianggap sebagai peletak dasar dari bangunan heavymetal.
Melalui lagu-lagunya Blue Oyster Cult mencangkokkan serentetan jenis-jenis musik seperti rock n roll, swing, Mersey beat, rock-blues, psikaldelik, hard-rock, dan honky-tonk dengan ekspresi musikal milik The Who, Deep Purple, Led Zeppelin, hingga Black Sabbath. Dari segi ini dapat disebutkan bahwa Deep Purple, Led Zeppelin, dan Black Sabbath adalah leluhur heavy metal.
Sosok yang dianggap bertanggungjawab di balik upaya pengoplosan ini ialah Sandy Pearlman selaku penemu, komposer, dan produser dari BOC. Ikhtiar besar Pearlman ini sekaligus melucuti dimensi politis dari musik rock. Musik rock bertransformasi menjadi suguhan teatrikal, kasar, gahar, dengan lirik-lirik terkesan bombastis dan berdimensi satanis,dipenuhi puja-puji pada setan.
Senafas dengan BOC, Kiss lewat album perdananya Kiss (1974), juga memberi penekanan pada unsur-unsur teatrikal, kasar, gahar, satanis, serta bombastis dari rock. Bombasme Kiss tercermin dari lengkingan suara gitar, performa para personilnya yang menyeramkan dengan wajah dicat hitam putih, hingga lirik-lirik yang cabul.
Puncak dari ekspresi bermusik heavy metal terrangkum dalam AC/DC. Band asal Australia ini adalah salah satu raksasa band heavy-metal yang pernah ada di muka bumi. Kebesaran AC/DC didukung oleh otentisitas dari aksi-aksi rock 'n roll mereka. Pada AC/DC, yang dimotori oleh pasangan bersaudara Malcolm dan Angus Young, musik rock dikembalikan ke habitat alamiahnya yang mengibarkan panji-panji perlawanan.
Secara meyakinkan AC/DC memposisikan diri sebagai antitesa dari model-model penyanyi dan penulis lagu rock yang terpelajar sebagaimana dominan merasuki genre rock progresif yang identik dengan intelektualisme. AC/DC melalui album-album historisnya seperti It's A Long Way (1975), Problem Child (1976), Whole Lotta Rosie (1977), You Shook Me (1980), disusul album terbaik mereka Back In Black (1980), hingga Heat Seeker (1988) medesakkan kembali musik rock ke fondasi dasarnya yaitu spartanisme atau pemujaan pada keberanian.
Satu grup musik lagi yang tak bisa dilewatkan dalam sejarah heave metal; Rush. Dengan hanya diisi tiga personil yaitu Geddy Lee, Alex Lifeson, dan Neil Peart Rush secara mengesankan menggelorakan kembali semangat rock progresif dalam lagu-lagu mereka yang wah dan megah.
Tidak semua heavy metal yang mewabah pada kurun waktu 1976 - 1978 serupa BOC, Kiss, dan AC/DC. Terdapat juga beberapa grup musik yang meski kerap digolongkan ke dalam heavy metal tapi ekspresi musiknya menunjukkan kelembutan dan keramahan seperti mencuat dari lagu-lagu Journey dan Boston. Kedua grup ini menampilkan sisi mesra dan hangat dari rock.
Aerosmith
Lantas di manakah posisi Steven Tyler dengan Aerosmithnya? Dari sudut sejarah heavy-metal manifesto bermusik Aerosmith terdeteksi dalam album-album Toys in The Attic (1975), Rocks (1976), dan Pump (1989).
Dari ketiga album tersebut Aerosmith yang musikalitasnya cenderung memusatkan perhatian pada drama, narasi, dan suasana hati adalah representasi terbaik bagi adanya kait-kelindan antara heavy-metal yang khas BOC, Kiss, dan AC/DC dengan model-model keliaran yang diarak oleh Rolling Stones dan The Stooges.
Aerosmith kini, dengan album terbarunya Music from Another Dimension!(2012) adalah sekumpulan rocker yang sudah sepuh. Meskipun demikian bagi rocker sejati usia bukanlah halangan untuk senantiasa tampil penuh gairah, bertenaga, dan berenergi. Suara Steven Tyler yang berat, serak, kadang menakutkan adalah suara heavy metal itu sendiri.
Music from Another Dimension! dengan lagu-lagu mengesankan seperti Street Jesus, Can't Stop Lovin You (feat Carrie Underwood), What Could Been Love, dan tak ketinggalan Another Last Goodbye, tampak berkehendak menjadi pernyataan paling personal dari Aerosmith sepanjang riwayat musikalnya yang merentang dari era 1970-an hingga kini. (KAHA)

