JAKARTA, MENITS.com - Pinangan Yusril Ihza Mahendra kepada Puan Maharani dinilai sebagai hal yang wajar dalam politik. Wacana Yusril-Puan juga dinilai sebagai wacana baru dalam politik yang menyegarkan. Bila hal tersebut terjadi, akan sangat menarik.
Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat politik alumnus Australia Ahmad Fuad Fanani. Menurutnya, Yusril-Puan wacana yang menarik.
"Ajakan Yusril bisa jadi sesuatu yang baru dan menyegarkan dinamika politik Indonesia," ujar Ahmad Fuad Fanani kepada Menits.com, Senin (11/03/2013).
Tetapi menurut Fuad, ajakan Yusril tersebut tentu ada tantangan tersendiri, terutama restu dari Ketua Umum PDIP Megawati. Menurutnya, kekuasaan di PDIP tersentral di Megawati.
"Kekuasaan PDIP tersentral di Megawati. Sebab itu tantangannya adalah bagaimana mendapat restu dari Megawati," pungkasnya.
Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra lewat pernyataannya di media, mengajak Puan Maharani untuk mendampinginya dalam pemilihan presiden 2014. Menurut Yusril, PDIP dan PBB memiliki sejarah seperti PNI dan Masyumi.
Ajakan Yusril juga mendapat respon positif dari Puan Maharani dan ayahnya Taufik Kiemas. Menurut Puan, gagasan Yusril-Puan itu ide cemerlang. Taufik Kiemas juga demikian. (MOO1)

